by

Cerita 3 Pemuda Disabilitas Jatuh Bangun Pertahankan Kedai Kopi di Tengah Pandemi

-Berita-108 views

WATANABEEE – Di tengah anjuran menjaga jarak saat pandemi  Covid-19 membuat sejumlah bisnis kuliner banyak kehilangan pengunjung.

Tidak terkecuali kedai kopi bernama Kito Rato yang berlokasi di area Pasar Granada BSD di Rawa Buntu, Tangerang Selatan.

Bisnis yang dijalani tiga pemuda difabel yakni Wahyu Alistia, Saldi Rahman, dan Rendi Agusta, sepi pembeli di tengah ramainya kendaraan yang melintas.

Wahyu Alista menceritakan, bisnis kopi berkonsep food truck dengan VW Kombi yang disulap serupa meja barista mengalami penurunan sejak awal adanya pandemi Covid-19.

“Intinya hampir 50 persen dari sebelum dan ada pandemi Covid-19,” ujar pria yang akrab disapa Alis ini.

Apalagi tidak adanya event pada akhir pekan saat ini pun membuat ketiganya harus menghembuskan napas panjang.

Padahal momen itulah yang dijadikan Alis dan kedua rekannya untuk meraup keuntungan di luar terparkirnya VW kombi.

“Acara-acara saat akhir pekan sudah tidak ada, car free day dan sebagainya. Sekarang cuma ada di mobil dan toko di Gang Masjid, Tangerang Selatan,” kata dia.

Meski diterpa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap bertahan dalam bisnis tersebut.

Setelah hampir satu tahun beradaptasi dengan kondisi saat ini, mereka dapat melahirkan taktik pendapatan.

Kini, mereka memberikan layanan jemput bola dengan pesan melalui online.

“Alternatif pesanan online. Kalau yang terjangkau kita antar,” kata Alis.

Adapun harga untuk satu gelas kopi Kito Rato tidak terlalu mahal, berkisar Rp 15.000 hingga Rp 25.000 sesuai ukuran.

Rekan Alis, Rendi Agusta mengungkapkan kalau cara pesan online itu dapat mendongkrak penurunan omset di tengah pandemi.

“Jadi hanya online saja pake ojek online. Tetap ada pemasukan,” katanya.

Mengingat berakhirnya pandemi Covid-19 yang tidak diketahui, Rendi mengusulkan untuk membuka kelas barista.

Selama ini, kelas meracik kopi itu telah dijalani. Hanya saja secara gratis melalui program Kementerian Sosial.

“September 2020 ada 12 orang yang kita latih jadi barista. Ke depan akan buka kelas barista untuk tambahan pendapatan di situasi saat ini” katanya.

Sementara mengenai konsep dan lainya, Rendi serta rekan-rekannya masih memikirkan secara matang.

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/22/19574421/cerita-3-pemuda-disabilitas-jatuh-bangun-pertahankan-kedai-kopi-di-tengah?page=all#page2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed