by

Kisah Itthipat Peeradechapan, Raup Triliunan dari Rumput Laut

-Berita-104 views

WATANABEEE – Mayoritas milenial pasti familiar dengan produk nori bernama Tao Kae Noi. Produk tersebut begitu terkenal di Asia, khususnya Indonesia.

Namun, siapa sosok dibalik kelezatannya? Dialah Itthipat “Tob” Peeradechapan, seorang pengusaha asal Bangkok, Thailand.

Tob, begitu ia disapa, merupakan salah satu pengusaha muda tersukses di Thailand berkat produk Tao Kae Noi-nya.

Siapa sangka, sebelum snack tersebut terkenal di seluruh penjuru Asia, ia pernah mengalami masa-masa sulit.

Lahir pada 24 November 1984, Tob lahir dari keluarga kelas menengah-bawah. Di umur 16, Tob yang terkenal malas sangat kecanduan dengan game online.

Meski begitu, ternyata ia cukup serius menggelutinya dengan berhasil memenangi berbagai turnamen dan memperoleh banyak hadiah.

Bahkan, ia menjadikan game online sebagai ladang bisnis dengan menjual berbagai item di game tersebut kepada sesama pemain.

Bahkan ia berhasil menghasilkan 1 juta Baht atau sekitar Rp 465 juta untuk kurs sekarang.

Uang tersebut digunakannya untuk membeli mobil. Namun di saat yang sama, keluarga Tob mengalami masalah keuangan hingga bangkrut.

Bisnis game online-nya pun dinyatakan ilegal sehingga akunnya diblokir dan menutup sumber penghasilan Tob.

Ditambah lagi, Tob tidak lulus tes perguruan tinggi negeri sehingga harus masuk swasta yang biayanya mahal.

Akhirnya, ia menjual mobilnya dan mulai berbisnis DVD player.

Malangnya, Tob yang polos tertipu oleh penyuplai barang dagangannya tersebut. Barang yang ia jual ternyata barang palsu. Terlebih, uang pembelian barang tersebut tak dapat ditarik kembali.

Tob pun menutup bisnisnya tersebut. Di samping itu, lilitan utang yang mencekik dan properti keluarga yang disita memaksa Tob untuk berjuang lebih keras lagi.

Tob yang terpojok bahkan terpaksa ditinggalkan orang tuanya ke China. Ia yang bersikeras untuk menetap di Thailand akhirnya meninggalkan sekolah dan mulai berbisnis kacang panggang dibantu pamannya. Ia membuka kedai di dalam supermarket dan cukup sukses.

Namun lagi-lagi, Tob harus menutup usaha ini. Masalahnya sepele, hanya karena aroma kacangnya yang menusuk dan asapnya mengotori langit-langit, pihak supermarket memindahkan kedainya ke bagian luar. Alhasil berpengaruh juga terhadap tingkat penjualannya hingga akhirnya bangkrut.

Di tengah keterpurukannya, ia juga harus berpisah dengan kekasihnya. Alih-alih putus asa, Tob justru menemukan inspirasi.

Ia tak sengaja mengingat kekasihnya pernah memberikannya snack rumput laut yang lezat, kemudian terpikirlah untuk membuka bisnis snack ini pada 2004. Inilah cikal bakal Tao Kae Noi.

Dalam merintis bisnisnya ini, Tob bersusah payah mencari resep agar snack rumput lautnya bisa laris di pasaran.

Berulang kali ia melakukan eksperimen yang hasilnya kemudian dicoba oleh pamannya. Bahkan, pamannya sampai jatuh sakit akibat terlalu banyak makan rumput laut. Pada akhirnya Tob berhasil menemukan resep yang tepat.

Saat proses pemasaran produknya, cukup banyak kendala yang dialami Tob. Salah satunya ia kesulitan mengurus sertifikasi agar diterima oleh 7-Eleven yang saat itu jadi target penjualannya. Ia berkali-kali ditolak karena standard tinggi yang diterapkan 7-Eleven.

Namun berkat kegigihannya, pada akhirnya produknya berhasil memenuhi standard dan berhasil dijual di 3 ribu outlet 7-Eleven.

Seiring waktu, ia melebarkan sayap bisnisnya secara global hingga 40 negara. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar terbesar Tao Kae Noi selain Thailand dan China.

Kini, Tob telah membawahi sekitar 2000 pegawai dan berhasil meraup keuntungan mencapai sekitar $168 juta atau setara Rp 2,4 triliun pada kurs saat ini.

Pada 2018, Tob mengukuhkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di Thailand versi majalah Forbes dengan kekayaan mencapai $600 juta atau setara Rp 8,65 triliun menurut kurs sekarang.

Bahkan, Tob berhasil melunasi utang keluarganya di masa lalu dan merebut kembali rumah keluarganya yang sebelumnya disita oleh bank.

Kisah perjalanan hidup inspiratif pria 36 tahun tersebut kemudian diangkat menjadi sebuah film berjudul “The Billionaire” pada 2011 silam.

Sumber : https://m.kumparan.com/amp/profil-orang-sukses/kisah-orang-terkaya-dunia-raup-triliunan-dari-rumput-laut-berawal-jualan-dvd-1vPX7lKmhfu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed