by

Yang Chil Sung, Pemuda Korea yang Berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia

WATANABEEE – Nama Jenderal Besar Soedirman, Bung Tomo hingga Soekarno merupakan sosok pahlawan yang sudah banyak diketahui publik.

Namun bila menyebut nama Yang Chil Sung, pastinya banyak dari masyarakat Indonesia tidak mengetahuinya.

Yang Chil Sung adalah orang Korea Selatan yang diangkat sebagai pahlawan Indonesia.

Yang Chil Sung merupakan serdadu Korea Selatan yang ikut dalam mobilisasi Jepang ke Indonesia.

Saat itu, Semasa Jepang menguasai Korea sejak 1908, Lebih dari seribu warga Korea, termasuk Yang Chil Sung dipaksa turut bertempur di Indonesia.

Namun, setelah Korea merdeka, Yang Chil Sung tak mau kembali ke negerinya.

Ia menolak dipulangkan karena tidak mau menjadi tentara tawanan Jepang. 

Bersama dengan dua rekannya, yaitu Aoki dan Hasegawa, Yang Chil Sung memilih membelot dan berjuang bersama pribumi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu terancam dengan kedatangan pasukan Belanda yang kedua kalinya.

Ketiganya kemudian menjadi buronan belanda dan di saat pelarian ketiganya sempat ditangkap Pasukan Papak di Garut dan akan dieksekusi.

Namun di ujung eksekusi, ternyata Pasukan Papak menganggap mereka bisa memberi informasi penting tentang strategi musuh.

Jadilah Yang Chil Sung dan dua rekannya bergabung dalam Pasukan Papak.

Mereka pun diajak memeluk agama Islam dan diganti namanya.

Dari ketiganya, nama Yang Chil Sung yang paling menonjol.

Yang Chil Sung yang berganti nama menjadi Komarudin dikenal sebagai sosok berkharisma dan tersohor di Garut sebagai ahli strategi peperangan, lihai merakit bom, dan mahir membuat peluru.

Banyak peran ia mainkan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Ia diketahui pernah melindungi warga Garut dengan cara meledakkan jembatan Sungai Cimanuk agar Belanda tidak bisa masuk ke Garut.

Jiwa nasionalisme Yang Chil Sung semakin melambung setelah mempersunting perempuan pribumi bernama Lince.

Namun, hubungan mereka tak bertahan lama. Setelah dikaruniai seorang anak mereka berpisah. Lince pergi ke kampung halamannya dan Yang Chil Sung bertahan di Garut untuk berjuang bersama pasukan papak.

Namun tak berselang lama, petaka datang. Aroma pengkhianatan terjadi dalam tubuh Pasukan Papak.

Saat menggelar rapat merancang strategi pengusiran Belanda pada malam awal Agustus 1958, Yang Chil Sung bersama dua kawan Jepangnya di tangkap Belanda di wilayah kaki Gunung Dora atau perbatasan Garut dan Tasikmalaya.

Diceritakan bahwa Penghianat itu melaporkan posisi Yang Chil Sung dan dua kawannya.

Setelah penangkapan, ketiganya dieksekusi. Saat peluru melaju, mereka bersama-sama berteriak memekik kata perjuangan “Merdeka!”.

Setelah eksekusi di Garut, jenazah Yang Chil Sung dan Kedua rekannya dibawa ke Bogor dan dimakamkan di pemakaman umum Pasir Pogor, Kecamatan Tarogong Kidul.

Yang Chil Sung dikuburkan secara Islam sesuai dengan permintaan terakhirnya.

Karena dianggap pro-Indonesia, Yang Chil Sung bersama dua rekannya diangkat sebagai pahlawan.

Pada 1995 makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sumber : https://merahputih.com/post/read/yang-chil-sung-bekas-tentara-jepang-yang-membelot-ke-indonesia

https://jogja.tribunnews.com/amp/2019/01/26/kisah-pria-korsel-ikut-berjuang-untuk-kemerdekaan-indonesia-orang-orang-memanggilnya-komarudin?page=2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed