by

Mengenal Kang-Hyun Lee, Sosok “Pak Haji” Pelopor Samsung di Indonesia

WATANABEEE – Perjalanan hidup seseorang tak ada yang tahu. Bahkan, bisa saja menemukan hal yang ia cari di tempat yang tak pernah terpikir sebelumnya.

Seperti yang dialami oleh Vice President Samsung Indonesia asal Korea Selatan, Kang-Hyun Lee.

Lee sendiri dikenal sebagai pionir kesuksesan Samsung sehingga masih bisa bercokol sebagai vendor ponsel nomor satu di tanah air.

Oleh sejumlah kalangan, Lee kerap disapa “Pak Haji”. Tapi sebenarnya, ia belum benar-benar pernah berangkat menuaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Nama saya KH Lee, mungkin orang-orang memanggil ‘Kiai Haji’ Lee, jadi sekalian didoakan,” kelakar Lee.

Sejak tahun 1994, Lee telah menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam.

Ia pertama kali mengenal Islam dari salah satu temannya asal Aceh.

“Saya datang ke Indonesia tahun 1988”, ucapnya memulai kisah.

Ketika itu Lee datang bukan sebagai pimpinan Samsung, tapi untuk mengunjungi sahabat penanya yang asal Indonesia.

Di rumah temannya itu, ia melihat ayah temannya mengajarkan agama Islam ke anak-anak.

“Ada sekitar 20 anak yang dia sekolahkan dan biayai,” ujarnya.

Sementara, ibu teman Lee tersebut juga mendirikan sebuah panti asuhan.

“Jadi saya benar-benar lihat sendiri bagaimana umat muslim berperilaku, kemudian saya diajari salat,” kisahnya.

Ayah teman Lee yang kemudian dianggapnya sebagai ayah angkat, lalu mengajaknya ke masjid Agung Sunda Kelapa untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Menjadi muslim baru dikatakannya cukup berat. Terutama saat melalui puasa di bulan Ramadan.

Namun akhirnya ia bisa menjalaninya hingga saat ini. Meski belum menunaikan rukun Islam kelima, Lee pernah melaksanakan umroh.

Lee mengaku saat ini belum memungkinkan untuk berangkat haji, karena jadwal pekerjaan yang sangat padat.

“Tapi saya sudah berjanji kepada istri saya akan berangkat haji,” ujarnya.

Tahun 1996, Lee mempersunting wanita berdarah Sunda. Mereka dikaruniai tiga orang putra.

Perkenalannya dengan sahabat pena asal Indonesia membuatnya tertarik berkarir si negeri ini.

Ia pun meminta ke kantornya, markas pusat Samsung di Suwon, Korea Selatan, supaya diizinkan bekerja di Indonesia.

Keinginannya dikabulkan meski penuh tantangan. Lee harus memulai dari nol karena Samsung baru saja mengawali bisnis di Indonesia.

Lee mulai bertugas di Samsung Indonesia tahun 1993, setelah pabrik Cikarang di Bekasi, Jawa Barat dibangun dua tahun sebelumnya.

Sebagai pimpinan, dia bertanggung jawab atas banyak hal dalam kegiatan operasional Samsung, mulai dari ekspor-impor, ketenagakerjaan, keuangan, hingga urusan logistik.

Pada 2006, Lee dipindah kembali ke kantor pusat Samsung di Korsel sebagai Head of Digital Air Solution. Setelahnya, Lee sempat didapuk sebagai Managing Director Samsung Bangladesh.

Tahun 2012, “Pak Haji” sudah balik lagi ke Indonesia sebagai Corporate Business Vice President.

Setahun setelahnya, ia menjabat sebagai Corporate Business and Corporate Affair Vice President, PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN).

Tugasnya adalah bertanggung jawab atas hubungan sosial perusahaan dan hubungan dengan pemerintah.

Lee lah yang pertama kali berjasa memperkenalkan ponsel genggam asal Korea Selatan di Indonesia yang ketika itu masih dikuasai merek legendaris asal Finlandia, Nokia. Sejarah awal Samsung di Indonesia berasal dari tangan Lee.

“Mungkin sampai pohon-pohon di pabrik itu kenal saya kali ya,” candanya.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2019/10/01/15200057/mengenal-kang-hyun-lee-sosok-pak-haji-pelopor-samsung-di-indonesia?amp=1&page=2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed