by

Awal Bermula Kampung kaligrafi di Bandung

WATANABEEE – Setiap orang punya cara menuangkan idenya untuk membuat hidup lebih baik. Hal ini bisa terlihat di salah satu gang di daerah Bandung.

Gang yang identik dengan jalanan kecil ini bagian temboknya disulap menjadi mural kaligrafi.

Sang empunya ide adalah Acep Arman, Ketua RW 02, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong.

Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemborong kecil-kecilan bangunan ini menceritakan asal usul gambar kaligrafi yang dipilih untuk menghiasi tembok di Gang Raden Jibja. Gang yang awalnya dinamakan Kampung KB (Keluarga Berencana).

Sebagai Ketua RW, Acep berpikir bagaimana caranya agar gang ini terlihat menarik.

Maka tercetuslah ide untuk membuat mural kaligrafi sehingga namanya pun berubah menjadi Kampung Wisata dan Budaya Kaligrafi.

Ia memilih gambar kaligrafi karena ingin membudayakan huruf arab dengan alasan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut sangat rutin dilakukan.

Selain itu juga dikarenakan kaligrafi adalah bentuk jihad untuk menyebarkan ciri khas agama Islam.

“Kaligrafi kalau menurut saya, sebagian dari jihad. Jihad menyebarkan agama Islam. Jadi, mural-mural kaligrafi ciri khas agama Islam supaya memperkuat, mempersatukan umat Islam” kata Acep.

Untuk melindungi lukisan kaligrafi ayat suci, maka antara gambar dengan tanah diberi jarak 1 meter. Acep menjelaskan hal ini agar kaligrafi terhindar dari kotoran-kotoran di jalan.

“Karang taruna, LINMAS, suka menjaga dinding-dinding. Paling di atas 1 meter baru digambar kaligrafi. Kalau dari bawah mah tidak digambar kaligrafi, takut ada kotoran-kotoran. Maka diambil gambarnya 1 meter ke atas.” ujarnya.

Aneka mural kaligrafi adalah hasil karya pakar-pakar (kaligrafi), karang taruna, dan kepemudaan di wilayah tersebut. Ace sebagai Ketua RW juga terjun langsung membantu kegiatan positif tersebut.

Selain memperindah pemandangan, fungsi dari mural kaligrafi itu sebagai bentuk doa-doa bagi warganya. Salah satu isi kaligrafi yang digambar adalah Salawat Syifa, yakni doa agar disembuhkan dari penyakit. Selain itu, ada juga Ayat Kursi dan Asmaul Husna yang terpampang di gang sempit ini.

Acep Arman berharap agar Kampung Wisata dan Budaya Kaligrafi ini dilestarikan. Semoga muncul kebaikan-kebaikan yang muncul dari mural-mural di tembok gang ini.

“Mudah-mudahan, ini inginnya saya sampai seumur hidup. Ingin dilestarikan Kampung Wisata dan Budaya Kaligrafi,” ujarnya.

Sumber : Detik News

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed