by

Jalan Hijrah Sang Mantan Rockstar

WATANABEEE – Berbagai ujian dihadapi Ahmad Zarkasyi, eks vokalis band metal Purgatory, ketika memutuskan hijrah.

Tidak hanya berhenti dari dunia musik, mantan rockstar ini bahkan memutuskan keluar dari pekerjaannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ahmad Zarkasyi mengatakan, fase terberat saat hijrah adalah di masa-masa transisi atau perubahan gaya hidup.

Menurut dia, itu adalah ujian terberat yang dihadapinya saat memutuskan berhijrah.

“Fase-fase paling berat ya memang itu, transisi, perubahan gaya hidup, lifestyle. Kalau tidak diimbangi dengan ngaji dan kajian, kemudian tiba-tiba turun drastis di titik ke nol, atau minus, mungkin enggak kuat,” kata Ahmad.

Di masa awal dirinya hijrah sempat terbesit untuk kembali ngeband bersama teman-temannya. Pikiran tersebut muncul lantaran tuntutan keluarga.

Namun, pikiran itu dihapusnya saat kembali mengingat tujuannya untuk hijrah.

“Tahun pertama itu mulai kepentok tuh, kalau ngeband lagi kayaknya enak nih duitnya, karena lumayan. Sempat terpikir begitu, karena enggak kuat, keluarga menuntut. Lagi kepentok, tiba-tiba ada tawaran dari perusahaan tapi enggak bisa (diterima), karena ini syubhat,” ujarnya.

Selain transisi atau perubahan gaya hidup, ujian lainnya yang dialami Ahmad Zarkasyi saat hijrah adalah kehilangan teman.

Dia mengungkapkan saat itu dirinya kehilangan teman-teman yang satu per satu menjauhinya.

“Konsekuensi hijrah selain berubahnya gaya hidup adalah teman-teman yang sebelumnya biasa di hidup kita itu tiba-tiba hilang, bahkan sebagian memusuhi karena perubahan drastis kita,” cerita Ahmad Zarkasyi.

Namun seiring berjalannya waktu, Allah Subhanahu wa ta’ala menggantikan segala yang pernah hilang di hidupnya ketika dia memilih jalan hijrah. Mulai dari harta atau sumber pendapatan hingga teman-teman baru dari kajian-kajian yang diikuti.

“Ada beberapa kehilangan yang harus kita syukuri setelah hijrah. Kehilangan harta-harta yang tidak halal akadnya, kredit-kredit bank. Kemudian kehilangan teman, teman yang biasa nongkrong, ngeband”

“Setelah itu, Allah gantikan kendaraan yang nyaman, yang halal akadnya, teman-teman yang salih, yang mengingatkan kita kalau kita salah, dan kalau bertemu selalu mendoakan kita,” ungkapnya.

Sumber : Okezone

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed