by

Mengenal Sisi Religius Jenderal Sudirman

WATANABEEE – Jenderal Sudirman tidak cuma dikenal sebagai Jenderal Besar. Sudirman juga lekat dengan karakter sholeh dan taat dalam beragama.

Semasa perjuangan dalam perang gerilya saat mempertahankan kemerdekaan, jenderal bintang lima itu selalu menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada para prajuritnya.

Oleh para anak buahnya, Jenderal Sudirman bahkan di panggilan Pak Haji. Padahal Beliau belum pernah ke Mekkah.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo pada suatu kesempatan, menceritakan sisi religius dari Jenderal Besar Sudirman.

Saat bergerilya, Jenderal Sudirman menurut Gatot memegang teguh tiga hal sebagai pedoman hidupnya sehari-hari.

Yang pertama, ia selalu tidak pernah tidak bersuci, dalam artian tidak pernah batal wudhu.

“Ketika wudhunya batal, dia meminta anak buahnya yang selalu membawakan kendi untuk membantunya berwudhu kembali,” kata Gatot Nurmantyo.

Kedua, Jenderal Sudirman selalu Salat pada awal waktu meskipun saat itu dirinya sedang bergerilya dari hutan ke hutan.

“Dan yang ketiga, semua yang ia lakukan itu untuk kepentingan negara kesatuan republik Indonesia,” ungkap Gatot.

Dalam perjalanan gerilya, setiap mampir di pedesaan atau kampung, Jenderal Sudirman juga selalu menyelenggarakan pengajian.

Tiap malam, walau ia tengah menderita penyakit paru-paru yang kronis, Sudirman selalu menunaikan salat tahajud.

Sudirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia tepatnya pada 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Sumber : Tribunnews, Merdeka, Okezone, Detiknews

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed