by

Sosok Remaja Penata Sandal di Masjid Raya As-sa’adah

WATANABEEE – Dari sudut Masjid Raya As-sa’adah Subang, Jawa Barat, seorang remaja berambut ikal terlihat berdiri tegak sambil menyambut jamaah yang datang.

Ia menyapa dengan ramah sambil mengarahkan jamaah dimana meletakkan sandal dan lokasi tempat wudhu dan toilet.

Ia juga dengan sigap merapikan sandal dan sepatu jamaah masjid.

Sosok remaja tersebut adalah Fahraz Fatullah Sulaiman atau yang akrab disapa Raja. Usianya 17 tahun dan saat ini duduk di bangku kelas 3 SMK.

Yang unik adalah, Raja ternyata merupakan anak pemilik Masjid tersebut.

Bahkan orang tua Raja juga memiliki Hotel dan Resort yang ada di kawasan masjid tersebut.

Meski anak seorang yang berkecukupan, Raja tidak malu menjaga masjid milik orang tuanya.

Raja beralasan, apa yang dimiliki orang tuanya adalah titipan.

Raja mengaku kegiatannya menyapa dan merapikan sandal para jamaah merupakan inisiatifnya sendiri. Ia tidak disuruh atau bahkan digaji dari kegiatannya tersebut.

Raja menyebut melakukan kegiatannya ini sejak kelas 3 SD, saat usianya baru 10 tahun.

“Ini inisiatif sendiri menyambut tamu-tamu Allah” kata Raja.

Selain mengatur sandal di masjid, Raja juga mempunyai aktivitas dengan membuka bisnis kafe kopi.

Tak hanya itu, Raja juga memiliki bisnis ikan lele dengan omset miliaran per bulan.

Raja sendiri menyebut tidak banyak yang tahu jika dirinya adalah seorang pengusaha.

Dia memang sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai orang kaya.

Salah satu upaya yang dilakukan Raja untuk menyembunyikan identitasnya yakni bekerja sebagai pengatur sandal di masjid.

“Dari kecil sudah dibiasakan sama orang tua untuk mandiri, saya dari kelas 3 SD sudah tidak pakai uang orang tua”  kata anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Raja membeberkan alasannya menutupi identitasnya sebagai orang kaya.

Menurut Raja, sejak dia kecil dia selalu bermain dengan anak-anak yang kurang mampu.

Anak kurang mampu itu, kata Raja, minder berteman dengan orang kaya. Akhirnya, Raja sengaja menutupi identitasnya.

“Kalau misalnya main sama teman-teman, dibedakan gitu, ‘Kamu mah orang kaya, gak bisa disamakan sama kita. Kamu mah mainnya sama yang kaya’,” ucap Raja menirukan ucapan teman masa kecilnya.

“Makanya saya tutupi kalau saya punya masjid dan hotel. Bukan punya, titipan,” ucapnya.

Sumber : Tribunnews dan Sewaktu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed