by

Menengok Kampung Muslim di Xanthi Yunani

WATANABEEE – Yunani tak melulu hanya tentang Athena, Yunani juga memiliki Xanthi yang begitu cantik di ujung utara negara ini.

Keagungan alam, kecantikan hingga keramahan warganya menjadi satu perpaduan yang begitu cantik untuk di singgahi.

Lebih spesial lagi, Xanthi merupakan daerah kantong muslim di Yunani.

Xanthi adalah bagian dari Westen Thrace bersama Komotini, Alexandropuli dan Soufli. Angka populasi kota ini sekitar 65 ribu jiwa dengan dominasi muslim yang cukup besar.

Sebagian besar dari mereka tinggal di pegunungan yang di kenal sebagai penduduk kampung putih.

Kontur geografis Xanthi memang di dominasi dengan pemandangan pegunungan dan perbukitan di kanan kiri jalan.

Di sepanjang mata memandang terlihat ladang tembakau yang menjadi mata pencarian sebagian besar penduduk Xanthi.

Di Xanthi identitas muslim terlihat jauh lebih jelas, dan kehidupan muslim tidak sesulit kehidupan di Athena.

Azan dapat bebas berkumandang di setiap panggilan salat, pemakaman muslim tak sulit ditemui. Bahkan budaya dan aturan Islam bebas diaplikasikan dalam kehiduan sehari-hari.

Berbicara tentang komunitas muslim di Xanthi tak bisa di lepaskan dari Suku Pomak yang ada di wilayah tersebut.

Selama ratusan tahun suku Pomak sudah menjadi bagian kota ini seperti halnya di negara tetangga mereka Bulgaria.

Suku Pomak Yunani tersebar di wilayah Pegunungan Rhodopi yang berbatasan dengan negara Bulgaria.

Pomak adalah suku atau etnis asli muslim Slavic yang ada di empat negara yaitu Turki, Bulgaria, Albania dan Yunani.

Tidak ada angka pasti mengenai jumlah populasi suku Pomak yang tinggal di Yunani, namun diperkirakan ada sekitar 35 ribu jiwa suku Pomak yang tinggal di wilayah Xanthi.

Menurut cerita, keberadaan suku Pomak tidak bisa di lepaskan dari pengaruh kekhalifahan Ottoman Turki yang pernah berjaya di benua Eropa.

Di Yunani sendiri kisah Pomak dimulai ketika pasukan turki Ottoman mengusai negara ini dan menduduki wilayah Xanthi.

Sejak dikuasai pasukan Ottoman yang beragama Islam, semakin banyak suku Pomak yang menjadi muslim hingga saat ini.

Suku Pomak sendiri dikenal memiliki penampilan tradisional yang khas.

Kain tenun berwarna warni serta penuh dengan hiasan cantik hingga penutup kepala mirip kerudung yang menjadi ciri khas wanita Pomak sebagai wanita muslim.

Sedari kecil, wanita Pomak memang diwajibkan memiliki kemampuan untuk membuat kerajinan tangan dan membuat masakan khas suku ini.

Bagi wanita suku Pomak mempertahankan identitas dirinya sebagai seorang wanita Pomak dan seorang istri jauh lebih penting dari pada sekedar berjibaku dengan kaum laki-laki demi sebuah kesetaraan yang fana.

Bagi wanita suku Pomak mereka yakin Islam telah mengatur tata cara hidup seorang wanita dalam keseharian. Agar sosoknya menjadi seorang yang cantik nan lemah lembut selalu mulia di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber : detikNews

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed